Tujuan Hardcase
Hardcase (safety box) dibuat untuk:
- Melindungi peralatan dari benturan, air, dan debu.
- Memudahkan transportasi alat saat tur, konser, atau pengiriman.
- Menjaga organisasi kabel dan aksesoris agar rapi dan mudah ditemukan.
1. Desain Awal dan Pengukuran
Langkah pertama adalah menentukan ukuran dan bentuk hardcase sesuai barang yang akan disimpan.
Langkah:
- Ukur dimensi alat: panjang, lebar, tinggi (dengan sedikit ruang ekstra ±2–3 cm di setiap sisi).
- Buat sketsa desain (manual atau pakai software seperti AutoCAD/CorelDraw).
- Tentukan posisi pegangan, roda, engsel, dan kunci.
- Bila untuk alat tertentu (seperti mixer Yamaha MG16XU), buat slot atau sekat custom agar alat pas di dalamnya.

2. Pembuatan Struktur Utama (Body)
Material utama biasanya:
- Plywood tebal 7–9 mm (sering digunakan birch plywood atau meranti plywood).
- Lapisan luar dilapisi lembaran aluminium atau ABS sheet.
Proses:
- Potong plywood sesuai ukuran desain.
- Tempelkan lapisan aluminium/ABS menggunakan lem epoxy kuat.
- Perkuat setiap sudut dengan angle aluminium profile (biasanya bentuk L atau U).
- Rakit bagian bawah, samping, dan atas menggunakan rivets (paku keling) dan lem kayu/epoxy agar kokoh.
3. Pemasangan Aksesoris Metal (Hardware)
Bagian ini penting agar hardcase fungsional dan tahan lama.
Komponen umum:
- Handle / Pegangan (bisa retractable atau tetap)
- Engsel piano di sisi belakang
- Kunci butterfly latch di sisi depan
- Sudut bola (ball corner) dari besi/stainless
- Kaki karet di bawah
- Roda (caster wheel) untuk ukuran besar
Langkah:
- Tandai posisi semua hardware.
- Bor lubang dan pasang menggunakan rivet atau sekrup.
- Pastikan semua bagian bisa dibuka-tutup dengan presisi dan rapat.
4. Finishing Interior (Isi Dalam)
Bagian dalam berfungsi untuk meredam getaran dan menjaga alat tidak bergerak.
Material umum:
- Foam (busapad) EVA atau PE foam dengan ketebalan 1–5 cm.
- Lapisan pelindung (bisa kain beludru, karpet, atau paragon).
Proses:
- Potong foam sesuai bentuk alat (bisa menggunakan hot wire cutter).
- Lapisi dengan kain jika ingin tampilan profesional.
- Tempel dengan lem spray contact adhesive.
- Tambahkan sekat bila ingin menampung beberapa item dalam satu box.
5. Finishing Luar
- Bersihkan sisa lem dan serutan kayu.
- Tambahkan label, logo, atau stiker band/produksi.
- Uji ketahanan buka-tutup dan kekedapan.
- Lakukan uji jatuh ringan (drop test) untuk memastikan kekuatan.
6. Opsional / Custom Tambahan
- Waterproof sealing (pakai karet seal di pinggiran tutup).
- Sistem rackmount 19 inci untuk mixer rack atau amplifier.
- Port kabel eksternal agar alat bisa digunakan tanpa dikeluarkan dari box.
- Lampu LED interior untuk memudahkan akses di panggung.
7. Biaya dan Produksi
Estimasi kasar (tergantung ukuran & material):
| Ukuran | Jenis Hardcase | Perkiraan Biaya Bahan | Contoh Penggunaan |
|---|---|---|---|
| Kecil (30×20×15 cm) | ABS plywood | Rp 300.000 – 500.000 | Mic, kabel kecil |
| Sedang (60×40×25 cm) | Aluminium + foam custom | Rp 700.000 – 1.200.000 | Mixer kecil, efek |
| Besar (100×50×40 cm) | Heavy-duty | Rp 1.500.000 – 3.000.000+ | Moving head lamp, amplifier |
